Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Disdikbud Lampung Keluarkan Imbauan Pantau KBM dan Gelar Sholat Istisqo

  • Bagikan
IMG 20260910 WA0040

Penajustice.com-Bandar Lampung, 10 September 2026 — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Lampung menyusul kondisi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan paparan abu vulkanik di sejumlah wilayah.

Surat bernomor 400.3.8/2035/V.01/DP.2/2026 tertanggal 10 September 2026 ini ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., dan ditembuskan kepada Gubernur Lampung sebagai bentuk laporan pelaksanaan kebijakan.

Pantau Ketat Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Dalam surat tersebut, Disdikbud meminta seluruh sekolah untuk tetap memantau secara cermat pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka di tengah kondisi lingkungan yang masih terdampak abu vulkanik. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh warga satuan pendidikan sebelum, selama, dan setelah proses belajar mengajar berlangsung.

Gelar Sholat Istisqo Bersama, Doa Dipimpin Peserta Didik Yatim/Piatu

Sebagai bentuk ikhtiar sekaligus doa bersama, Disdikbud mengimbau seluruh satuan pendidikan melaksanakan Sholat Istisqo secara berjamaah pada Jumat, 11 September 2026, pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan dipusatkan di masjid atau lapangan masing-masing sekolah, melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik.

Satu hal yang menjadi sorotan khusus dalam imbauan ini: doa setelah sholat diharapkan dipimpin oleh peserta didik yang berstatus yatim atau piatu yang dinilai memiliki kemampuan dan kefasihan memimpin doa. Poin ini ditegaskan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penumbuhan rasa percaya diri kepada anak-anak tersebut.

Namun, pihak Disdikbud juga menegaskan bahwa pelaksanaannya tetap harus memperhatikan kesiapan, kenyamanan, keamanan, serta kesediaan peserta didik yang bersangkutan — tidak boleh dipaksakan.

Seluruh peserta kegiatan diimbau membawa perlengkapan sholat sendiri dan wajib menggunakan masker guna melindungi pernapasan dari sisa paparan abu vulkanik.

Bersihkan Lingkungan Sekolah Sebelum KBM Dimulai

Tak hanya kegiatan keagamaan, Disdikbud juga menekankan pentingnya langkah nyata pembersihan lingkungan.

“Setelah pelaksanaan Sholat Istisqo dan sebelum pembelajaran dimulai, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik bersama petugas kebersihan diminta memastikan kembali kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.”

Pembersihan ini diharapkan menjadi upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah agar proses pembelajaran tatap muka dapat berlangsung layak dan aman.

Penyeimbang Antara Kewaspadaan dan Harapan

Dengan diterbitkannya imbauan ini, Disdikbud Lampung menempuh jalan ganda: di satu sisi menjaga kelangsungan pendidikan dan keselamatan warga sekolah, di sisi lain menumbuhkan nilai spiritual dan kebersamaan di tengah situasi yang penuh ujian — pascaerupsi, kemarau panjang, serta berbagai bencana alam yang sedang melanda.

Kebijakan ini tidak bersifat memaksa perubahan jadwal pembelajaran secara menyeluruh, melainkan mengedepankan kesiapan masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan kondisi lingkungan setempat.

RED

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *