Jember, penajustice.com
Kepala Sekolah SDN Sumbersari 1, Ibu Nur Badriati, menyampaikan kebahagiaannya atas terselenggaranya pemutaran sekaligus pembuatan film berjudul “Esok Masih Ada” yang melibatkan sepenuhnya siswa dan alumni SDN Sumbersari 1, Jember, Rabu (14/10/2026).
Menurut Ibu Nur Badriati, kehadiran film ini bukan sekadar sarana hiburan, melainkan langkah nyata untuk menggali dan menumbuhkan potensi yang dimiliki oleh para siswa.
“Kami sangat senang sekali karena dengan adanya film Esok Masih Ada ini bisa menggali potensi anak yang ada di SDN Sumbersari 1. Dengan harapan ke depannya tidak ada lagi anak-anak yang saling membully sesama, baik bukan hanya dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga ucapan-ucapan yang menyakitkan,” ujar Ibu Nur Badriati.
Ia berharap semangat anti-perundungan ini tidak hanya berlaku di lingkungan sekolahnya saja, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Jember.
“Mudah-mudahan ini juga menginspirasi ke sekolah-sekolah yang lain yang ada di kabupaten, sehingga sejak dini anak-anak juga sudah paham apa sebenarnya perundungan dan memang tidak boleh dilakukan. Sewajarnya dari dini anak-anak sudah dikenalkan dengan apa itu perundungan supaya mereka tidak melakukannya di masa depan,” tambahnya.
Antusiasme yang ditunjukkan para siswa pun luar biasa. Para wali murid juga menyambut baik kegiatan ini, karena melihat langsung bakat dan potensi yang selama ini mungkin belum tergali dari anak-anak mereka.
“Anak-anak sangat antusias, senang sekali. Wali murid pun juga suka dan senang, karena mereka tahu, ‘oh ternyata anak saya bisa’,” ungkapnya dengan gembira.
Film Esok Masih Ada merupakan karya kedua yang melibatkan siswa sekolah dasar di wilayah tersebut, namun menjadi yang pertama sepenuhnya diperankan oleh siswa dan alumni SDN Sumbersari 1. Sebelumnya telah ada karya serupa yang melibatkan siswa dari Mandalungan, meskipun skalanya belum seluas kali ini.
Harapan Ibu Nur ke depan, semoga terus hadir karya-karya film edukatif dan mendidik lainnya yang tidak hanya menyasar isu perundungan, tetapi juga mampu membentuk karakter positif anak-anak sejak dini.
“Harapannya ke depan mudah-mudahan masih ada lagi program serupa, sehingga bisa terus menggali potensi yang ada di SDN Sumbersari 1 dan sekolah-sekolah lainnya. Semoga ke depannya juga ada film-film lagi yang sifatnya sangat mendidik dan edukatif untuk anak-anak kita,” pungkasnya.












