Penajustice.com-Metro – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Kelompok 22 Universitas Malahayati menggelar kegiatan edukasi bagi santri Pondok Pesantren Al-Abror di Unit MTs dan SMA pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan karakter generasi muda serta peningkatan pengetahuan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Mengusung tema kenakalan remaja, pembahasan mengenai LGBT sesuai dengan materi yang disampaikan dalam kegiatan, serta literasi keuangan sejak dini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para santri mengenai berbagai persoalan yang kerap dihadapi remaja di era modern. Ketiga materi tersebut dipilih karena dinilai memiliki relevansi dengan dinamika kehidupan generasi muda yang terus berkembang.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan santri dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Suasana edukasi yang komunikatif membuat para peserta aktif menyampaikan pertanyaan maupun pandangan mengenai berbagai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya perhatian para santri terhadap isu-isu yang berkaitan dengan pembentukan karakter, lingkungan pergaulan, serta kesiapan menghadapi perkembangan zaman.
Pada materi kenakalan remaja, mahasiswa menjelaskan berbagai bentuk perilaku yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kehidupan sosial maupun masa depan remaja. Para santri diajak memahami pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat, memperkuat kedisiplinan, meningkatkan tanggung jawab, serta menjadikan nilai-nilai moral dan keagamaan sebagai landasan dalam setiap pengambilan keputusan.
Sementara itu, materi literasi keuangan difokuskan pada pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai cara membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun skala prioritas, membiasakan menabung, hingga pentingnya memiliki perencanaan keuangan sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
Kepala Pondok Pesantren Al-Abror, Lifi Endar Wahono, S.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan para santri, khususnya dalam mendukung pembinaan karakter pada rangkaian Masa Orientasi Santri Baru.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 22 yang telah melaksanakan kegiatan edukasi di Pondok Pesantren Al-Abror. Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan para santri dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pondok pesantren dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kesiapan menghadapi masa depan,” ujarnya.
Perwakilan Mahasiswa KKL-PPM Kelompok 22 Universitas Malahayati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi yang aplikatif dan berorientasi pada pembangunan karakter.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri, tidak hanya dalam menambah wawasan, tetapi juga membentuk karakter yang kuat, meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, serta menumbuhkan kemampuan mengelola kehidupan secara lebih baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Abror atas sambutan dan dukungan yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Melalui kegiatan ini, KKL-PPM Kelompok 22 Universitas Malahayati berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan diharapkan terus terjalin sebagai upaya bersama dalam mencetak generasi muda yang berintegritas, berakhlak mulia, memiliki kecakapan hidup, serta siap menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan.”(Red)












