UPTD PUPR Way Sulan: SPAM Desa Pamulihan Berfungsi Saat Diserahterimakan, Diduga Pengelolaan Jadi Penyebab Belum Mengalirnya Air

Witoo1972
IMG 20260825

Penajustice.com-LAMPUNG SELATAN — Terkait keluhan warga mengenai belum berfungsinya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Pamulihan pasca pembangunan, pihak UPTD PUPR Kecamatan Way Sulan memberikan penjelasan bahwa saat penyerahan sementara pekerjaan atau Preliminary Hand Over (PHO), instalasi tersebut berjalan lancar dan tidak ditemukan permasalahan. Keterangan ini muncul menyusul laporan warga yang menyebutkan air sempat mengalir saat pihak dinas turun meninjau, namun setelah itu kembali berhenti mengalir hingga saat ini.

IMG 20260825 WA0113

Warga juga menyampaikan keheranannya terkait pengoperasian instalasi. Menurut informasi yang diterima, yang mengatur dan menghidupkan instalasi air tersebut justru Kepala Desa. Namun aliran air dikatakan hanya digunakan untuk mengisi menara penampungan, dan belum disalurkan ke rumah-rumah warga.

IMG 20260827

“Kami sangat membutuhkan air tersebut, karena di musim kemarau ini sumur warga sudah banyak yang kering. Sampai saat ini kami terpaksa mengambil air dari sumur masjid untuk kebutuhan mandi dan keperluan sehari-hari lainnya,” ungkap salah seorang warga setempat.

 

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Mahpudin dari UPTD PUPR Kecamatan Way Sulan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan keterangannya.

 

“Saat proses penyerahan sementara (PHO) pekerjaan berjalan lancar, tidak ada masalah. Semestinya saat ini air pun seharusnya mengalir. Kalaupun belum mengalir, kemungkinan besar Komunitas Pengelola SPAM (KP-SPAM) belum berjalan optimal atau mungkin ada sebab lain yang belum kami ketahui. Insya-Allah akan kami cari tahu apa penyebabnya,” ungkap Mahpudin.

 

Dari penjelasan tersebut, muncul dugaan bahwa permasalahan yang terjadi kemungkinan besar bukan terletak pada kualitas pembangunan fisik instalasi, melainkan pada aspek pengelolaan pasca pembangunan. KP-SPAM yang seharusnya menjadi wadah masyarakat dalam mengelola, mengoperasikan, dan merawat instalasi air bersih tersebut, diduga belum berjalan sebagaimana mestinya.

 

Hingga saat ini, pihak UPTD PUPR berjanji akan menelusuri lebih lanjut penyebab pasti terhentinya aliran air tersebut, baik yang berkaitan dengan sistem pengelolaan maupun kemungkinan kendala teknis lain yang muncul setelah proyek diserahkan kepada pengelola. Masyarakat berharap pihak terkait segera menindaklanjuti penjelasan tersebut, sehingga air bersih yang telah dibangun dengan dana APBD tersebut dapat segera dimanfaatkan secara merata oleh seluruh warga Desa Pamulihan.

 

Media ini tetap membuka ruang tanggapan, klarifikasi, dan penjelasan lebih lanjut dari pihak pengelola SPAM, pemerintah desa, maupun instansi terkait, guna memberikan kejelasan yang menyeluruh kepada masyarakat. (Asyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *