viral  

DPRD NTT peduli masyarakat sampai meneteskan airmata melihat penderitaan rakyat berusaha Sekuat-kuatnya membantu dengan sekuat kemampuan

Witoo1972
IMG 20260825 WA0024

Penajustice.com

Manggarai, 25 Agustus 2026 — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PSI sekaligus Sekretaris PSI NTT, Junaidin, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak gempa dan masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Sejak 16 Agustus 2026, sehari setelah gempa terjadi, Junaidin turun langsung mengunjungi warga terdampak di berbagai titik pengungsian. Selama berada di lokasi, ia tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mendengarkan secara langsung cerita, keluhan, serta kebutuhan masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Hingga 24 Agustus 2026, Junaidin tercatat telah mengunjungi 189 titik distribusi bantuan makanan dan minuman di sejumlah lokasi pengungsian. Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya untuk memastikan masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi situasi tersebut seorang diri.

Dalam kunjungannya, Junaidin menemukan beragam kondisi memilukan. Sejumlah warga tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga kehilangan anggota keluarga tercinta. Ada yang kehilangan saudara, anak, ibu, hingga suami. Sebagian warga bahkan masih diliputi ketidakpastian mengenai tempat untuk kembali setelah rumah dan kehidupan mereka porak-poranda akibat bencana.

Saat diwawancarai pada 24 Agustus 2026, Junaidin mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa harunya ketika menyaksikan langsung penderitaan warga di pengungsian.

“Hatiku tak sanggup menahan air mata ketika melihat tetesan air mata saudara-saudara kita yang kehilangan rumah dan tidak tahu ke mana harus kembali.”

Menurut Junaidin, bantuan berupa makanan dan minuman memang penting untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Namun, di tengah kondisi penuh kehilangan, masyarakat juga membutuhkan kehadiran, perhatian, dukungan moral, dan harapan untuk menjalani hari-hari berikutnya.

Ia menyadari bahwa bantuan yang diberikan belum tentu mampu mengembalikan rumah yang telah hilang maupun menggantikan orang-orang terkasih yang telah meninggal dunia. Meski demikian, kehadiran dan kepedulian dari berbagai pihak dinilai dapat memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bertahan.

“Kita mungkin tidak mampu mengembalikan rumah mereka hari ini. Tetapi kehadiran, kepedulian, dan uluran tangan kita dapat membuat mereka merasa tidak sendirian,” ujarnya.

Perjalanan Junaidin mengunjungi 189 titik pengungsian tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak harus menunggu dalam kondisi serba cukup. Di tengah keterbatasan, kehadiran dan uluran tangan tetap dapat memberikan arti bagi masyarakat yang sedang menghadapi kehilangan.

Bagi para pengungsi, kebutuhan saat ini bukan hanya makanan, minuman, dan tempat berlindung. Mereka juga membutuhkan dukungan untuk memulihkan semangat, membangun kembali kehidupan, serta mendapatkan kepastian mengenai masa depan mereka.

Karena itu, kepedulian terhadap masyarakat terdampak diharapkan tidak berhenti setelah bantuan darurat diberikan. Mereka yang kehilangan rumah jangan sampai kehilangan harapan.

Semangat gotong royong, kepedulian, dan kehadiran berbagai elemen masyarakat diharapkan terus berlanjut agar para pengungsi dapat melewati masa sulit ini dan perlahan kembali menata kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *